LAMPUNG, KORAN DESA — Sebaran titik panas atau hotspot kembali terpantau di sejumlah wilayah Provinsi Lampung. Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah musim kemarau dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan pemantauan satelit, ratusan titik panas terdeteksi di berbagai wilayah Lampung. Kabupaten Mesuji tercatat sebagai salah satu wilayah dengan konsentrasi hotspot cukup tinggi.
Data pemantauan yang dirilis Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II BMKG Lampung pada 16 September 2026 menunjukkan terdapat 378 titik panas yang terdeteksi dalam periode 24 jam. Dari jumlah tersebut, 339 titik berada dalam kategori kepercayaan medium, 19 titik kategori high, dan 20 titik kategori low.
Mesuji menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 114 titik, disusul Lampung Tengah dengan 69 titik dan Tulang Bawang sebanyak 68 titik.
Tingginya jumlah titik panas tersebut perlu menjadi perhatian karena hotspot merupakan indikator adanya anomali suhu permukaan yang dapat berkaitan dengan kebakaran, meskipun hotspot tidak selalu berarti telah terjadi kebakaran. Pemeriksaan langsung di lapangan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Di Kabupaten Mesuji, aparat bersama instansi terkait dan masyarakat terus melakukan pemantauan serta penanganan terhadap titik-titik panas yang ditemukan.
Sebelumnya, personel Polsek Mesuji Timur juga melakukan pengecekan dan penanganan hotspot di wilayah Desa Margojaya, Kecamatan Mesuji Timur. Pemantauan dilakukan berdasarkan informasi dari sejumlah sistem, termasuk BMKG dan SIPONGI.
Situasi tersebut membuat kewaspadaan terhadap karhutla perlu terus ditingkatkan. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Penanganan karhutla juga membutuhkan koordinasi antara aparat, pemerintah daerah, pemilik lahan dan masyarakat agar potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
